BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Senin, 07 Desember 2009

INTERAKSI SOSIAL SEBAGAI FAKTOR UTAMA KEHIDUPAN SOSIAL

INTERAKSI SOSIAL SEBAGAI FAKTOR UTAMA KEHIDUPAN SOSIAL
OLEH : BUDI SANTOSA



Ket : Aksi demo Mahasiswa UNY ( Di depan Rektorat UNY 15/10 /2009 pukul 09:39 WIB ) terhadap undang undang BHP merupakan contoh dari interaksi sosial.


Di kehidupan sehari hari kita tidak bisa lepas dari interaksi sosial yang merupakan bentukk umum dari proses sosial. Proses sosial adalah cara cara berhubungan yang di lihat apabila orang perorangan dan kelompok kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan perubahan yang menyebabkan goahnya pola pola kehidupan yang telah ada. Dengan kata lain proses sosial merupakan pengaruh timbal balik dari berbagai segi kehidupn bersama. Misalnya pengaruh mempengaruhi antara sosial dengan politik, pollitik dengan ekonomi, ekonomi dengan hukum dan yang lainnya.
Seperti yang saya kemukakan pada bagian awal , bahwa bentuk umum dari proses sosial yaitu interaksi sosial, hal ini dikarenaka interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas aktivitas sosial. Sedagkan pengertian interaksi sosial sendiri yaitu hubungan hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan sekelompok manusia, atau kelompok manusia dengan kelompok manusia. Contohnya berjabat tangan antara manusia, demo mahasiswa, debat dan yang lainnya. Interaksi sosial hanya berlangsung pada pihak pihak apabila terjadi reaksi kedua belah pihak. Interaksi sosial tidak akan terjadi apabila manusia mengadakan hubungan yang langsung dengan sesuatu yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap sistem syarafnya, sebagai akibat hubungan termaksud, Contohnya orang yang menendang kursi bukan merupakan contoh dari interkasi sosial, karena kursi tidak bereaksi tehadap perilaku manusia tadi. Jadi dikatakan berinteraksi apabila terjadi kontak dan komunikasi.

Interaksi sosial sangat penting di dalam memperhatikan dan berbagai masalah dalam masyarakat. Contohnya di indonesia dapat di bahas mengenai bentuk bentuk iteraksi sosial yang berlangsung antara berbagai suku bangsa suku bangsa, antara golngan terpelajar dan yang lainnya. Dengan dapat mengetahui dan memahami kondisi kondisi apa yang dapat menimnlkan serta memengaruhi bentuk bentuk inteaksi sosial tertentu , pengetahuan kita dapat pula di sumbangkan pada usaha bersama yang dinamakan pembinaan bangsa dan masyarakat.
Berlangsungnya suatu interaksi juga di dasari oleh faktor faktor yang lain, seprti faktor imitasi,sugesti, identifikasi, dan simpati. Faktor faktor tersebut dapat bergerak sendiri sendiri secara terpisah ataupun secara tegabung.
Imitasi merupakan perilaku manusia yang meniru pada suatu hal. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaida kaidah dan nilai nilai yang berlaku. Namun demikian imitasi juga dapat mempunyai pengaruh negatif apabila yang di tiru adalah tindakan tindakan yang menyimpang, selain itu imitasi juga dapat menghambat ke kreatifitasan seseorang.
Sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian di terima oleh pihak yang lain. Berlangsungnya sugesti dapat terjadi karena pihak yang menerima dilanda oleh emosi yang menghambat daya berpikir secara rasional.
Identifikasi merupakan kecendrungan-kecendrungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak yang lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam dari pada imitasi karena kepribadian seseorang dapat dibentuk melaui proses ini, proses identifikasi dapat berlangsung dengan sendirinya ( secara tidak sadar) , maupun dengan disengaja karena sering kali seorang memerlukan tipe-tipe ideal tertentu didalam proses kehidupannya.
Simpati sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Dalam proses ini perasaan memegang peranan sangat penting, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya.
Sumber : Sosiologi Suatu Pengantar, Soerjono Soekanto 2007, Rajawali Pers

0 komentar: